Monday, December 27, 2010

SENYUM

Topik yg aku asyik fikirkn sebelum tido..
SENYUM..

Senyum itu…
Pernahkah Anda tersenyum? Jika belum tersenyumlah! jika sudah, lakukan lagi!  Mencermati kata senyum yang terlintas di awal tadi, menggugah sejenak hati kita tentang makna di dalamnya. Membuat kita berpikir, apa yang akan didapatkan setelah kita tersenyum? Apakah hanya senyum pasrah tak ada arti? atau senyum yang memang sebuah siratan suasana hati?
Sejauh ini, senyum yang kita tahu hanya sebuah simpulan dari gerakan bibir. Tak dapat  mengartikan apapun jika gerakan itu sekadarnya saja. Namun, terkadang pikiran lain dapat muncul di benak kita dan terkadang pula melekat di dasar hati, apabila senyum itu tulus dengan sejuta pancaran pesonanya. Sangat mengagumkan, menjanjikan ketenangan hati bagi dirinya sendiri dan bagi siapapun yang melihatnya.
Senyum yang berkesan itu datangnya dari hati. Itulah keistimewaannya. Hati adalah pusat dari segala aura dan kondisi tubuh. Hati yang baik memotori semua yang ada dalam diri manusia menjadi baik. Begitu pula sebaliknya. Hati yang kotor memaksa segala organ tubuh manusia condong ke arah yang buruk. Gambaran isi hati dan segala tetek bengek di dalamnya dapat tergambar dengan jelas melalui mimik wajah kita. Rasulullah saw bersabda,“ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu!“ (HR Bukhari dan Muslim).[1]
Core function dari senyuman adalah sebagai langkah pertama dalam menjaga kebersihan hati. Terkait hal ini, kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan dapat kapan saja menghampiri kita. Hal-hal inilah yang membuat kestabilan hati tiba-tiba terganggu tanpa mengenal waktu sehingga hati kita terkotori. Wajah yang mampu tersenyum tulus dapat menjadi pintu gerbang kebersihan hati.[2]Firman Allah SWT menerangkan bahwa ”Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS Asy-Syams [91]:9-10)[3]
Terbukti sudah melalui Rasulullah SAW yang mengaplikasikan senyuman dalam setiap tindak-tanduk beliau. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam merupakan manusia yang paling istimewa akhlaknya. Begitu juga dalam hal senyuman. Kehidupan Rasulullah senantiasa dihiasi dengan senyuman. Para sahabat adalah saksi kehidupan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam yang penuh dengan senyuman.Abdullah bin Al-Harist Radliyallahu’anhu menuturkan, yang artinya,”Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam “. (Riwayat At-Tirmidzi)
Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu beliau, menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata,” Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)[4]
Itulah segelintir bukti dari betapa mulianya sebuah senyuman. Namun, sekilas pandangan hal tersebut tampaknya hanya dispesifikasikan pada rohaniyah saja. Tak sedikitpun menggambarkan manfaat pada tubuh kita secara konkret. Padahal, apabila dikaji lebih mengakar lagi akan ditemukan banyak keistimewaan lain yang akan membuat kita tersenyum ketika mengetahuinya.
Senyum itu Sehat
Senyum adalah hal kecil yang bisa menimbulkan efek luar biasa. Senyum bukan sekedar menggerakkan otot-otot muka, tetapi lebih kepada pergerakan suasana hati. Senyum itu memiliki kekuatan.[5] Namun, ternyata orang bisa tak mudah untuk selalu tersenyum. Padahal senyum itu bisa menjadi obat bagi diri sendiri dan semangat bagi orang lain. Karena senyum itu juga terkait dengan filosofi yang dianut seseorang terhadap apa saja dalam dirinya. Berlatih senyum dengan diselingi tawa ringan merupakan terapi jitu untuk membuat wajah seseorang lebih hangat dan menyenangkan. Mudah memberi senyum pada seseorang juga akan meningkatkan rasa perhatian kita pada sekeliling.
Para saintis mendapati senyum dan tawa merupakan salah satu senam berbentuk jogging organ dalam di mana dapat merangsang seluruh tubuh dan mampu memberi manfaat yang berguna bagi sistem saraf otak dan hormon-hormon tubuh. Pengkaji dan pengamat barat percaya dengan memulai hari dengan senyuman bukan saja berupaya menceriakan hidup, tetapi juga memberikan banyak kebaikan terhadap kesehatan.
Apabila kita tersenyum, badan turut ‘tersenyum’ dan menganggap kita gembira. Kajian menunjukkan senyuman memperlahankan aliran darah yang melalui sinus ke otak. Apabila darah yang ‘sudah sejuk’ ini sampai ke hipotalamus (bagian yang mengontrol suhu badan dan emosi), ia menghasilkan kesan ‘gembira’. Selain itu, apabila kita tersenyum, kita hanya menggunakan 17 otot muka berbanding 43 ketika mengerutkan dahi (cemberut dan marah). Senyuman bukan sekadar reaksi gerak muka, tetapi turut mempunyai kaitan dengan penghasilan endorphin dalam otak yang mengurangi penyakit fizikal dan emosi yang menjadikan seseorang itu lebih rileks dengan dirinya sendiri.
Kajian menunjukkan individu yang tersenyum dan tertawa 100 kali dalam tempo 24 jam akan memperoleh manfaat kardiovaskular sama seperti melakukan senam selama 10 menit. Hal ini terjadi karena apabila kita tersenyum dan tertawa ringan, tekanan darah dan kadar degupan jantung meningkat. Kemudian kedua kadar ini akan menurun yaitu lebih rendah daripada paras sebelum kita tertawa dan tersenyum. Effect dari hal ini akan menambah rileksasi pada tubuh kita, sehingga wajah tampak lebih segar dan tampak lebih muda.
Perlu diketahui bahwa anak-anak lebih banyak tersenyum dan tertawa daripada orang dewasa. Anak-anak berumur antara empat hingga enam tahun tertawa 400 kali sehari dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya 15 kali sehari. Justru bukan hal yang mustahil, jika orang dewasa lebih mudah terserang penyakit serta mengalami masalah tekanan dan kemurungan.
Kajian yang dibuat oleh sekumpulan saintis dari Universitas Pusat Pengobatan California menjelaskan bahwa terdapat dua jenis ‘stress’ yaitu stress yang baik dan stress yang tidak baik. Senyum dan tawa ringan dikategorikan sebagai stress yang baik. Stress yang tidak baik akan memberi tekanan kepada sistem ketahanan badan. Dalam kajian di atas, dua kumpulan orang dewasa telah digunakan sebagai eksperimen. Kumpulan pertama dipertontonkan cerita-cerita lucu manakala kumpulan kedua diletakkan disebuah bilik tanpa berbuat apa-apa. Sampel darah diambil 10 menit sebelum dan selepas kajian dibuat. Dari keputusan sampel darah tersebut, kumpulan pertama didapati peningkatan hormon semakin baik seperti hormon ‘endorphins’ dan hormon ‘neurotransmitters’ dan penurunan tahap hormon stress ‘cortisol’ dan ‘adrenaline’ . Ketika kita tertawa, sel pembunuh tumor dan virus dalam badan akan bertambah selaras dengan pertambahan Gamma-inteferon (protein melawan penyakit), sel T (yang penting untuk sistem pertahanan badan) dan sel B (yang menghasilkan antibodi melawan penyakit).
Senyuman juga mampu merendahkan tekanan darah, menambah kadar oksigen dalam darah dan hal ini secara tidak langsung merangsang proses penyembuhan. Banyak kajian terbukti bahwa tekanan emosi seperti kemurungan, kemarahan atau keresahan mempunyai kaitan dengan sakit jantung. Senyuman yang diakhiri dengan tawa mengaktifkan kimia badan dan secara tidak langsung merendahkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, atritis dan ulser. Pusat Pengobatan Universitas Maryland menjalankan kajian terhadap 300 responden dan mendapati 40 orang yang lebih beresiko mengidap penyakit jantung karena kurang tertawa, dibandingkan dengan orang yang lebih sering mengendurkan ototnya dengan senyum dan tawa.
Senyuman dan tawa merupakan perpaduan yang baik karena dapat mengaktifkan gerakan diafragma, abdomen, sistem pernafasan, muka, kaki dan otot belakang badan. Tawa ‘mengurut’ organ dalam abdomen dan menguatkan otot abdomen, merangsang kedua belah otak dan meningkatkan upaya untuk belajar. Hal itu melegakan ketegangan otot dan tekanan psikologi sehingga otak lebih peka dan siap sedia dalam menerima maklumat baru. Tawa juga dikatakan mampu memperbaiki fungsi usus, sekaligus meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrient dalam badan. Ada juga yang percaya dengan tertawa, kalori dalam tubuh dapat terbakar seperti saat melakukan senam selama 10 menit.[6] Selain itu, senyum juga dapat menstimulasi seseorang untuk berpikir positif dan menghadirkan sikap yang lebih tulus dalam mengerjakan sesuatu. Berdasarkan semua hal yang telah diuraikan di atas tak dapat diragukan lagi bahwa senyum membuat tubuh kita sehat sehingga kita dapat terus menjalani hidup ini.
Senyum itu Warisan Rosulullah
Sungguh menjadi teladan yang baik. Apabila kita senantiasa tersenyum dengan diselingi tawa ringan selayaknya yang sering dilakukan oleh panutan kita Nabi Muhammad SAW. Sudah tergambar jelas Rasulullah menganjurkan kita tersenyum, ketika beliau senantiasa memotivasi seorang muslim untuk menemui saudaranya dengan wajah yang ceria. Hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah SAW yaitu, “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah ceria”.(HR. Muslim)
Selain memberi sejuta kebaikan pada tubuh, dalam ajaran Islam sendiri mengatakan senyum itu suatu sedekah. Rasulullah adalah orang yang paling banyak tersenyum dan tertawa di hadapan para sahabat beliau. “Bahwa Rasulullah adalah orang yang paling indah tertawanya.” (HR. Ahmad). Bahkan beliau bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Senyum mampu menjadi penawar pada penyakit rohani yang kronik. Senyum tidak perlu modal, hanya sekelumit rasa ikhlas yang bisa memaniskan senyuman itu. Senyuman yang dilemparkan mampu menyerikan hari insan lain. Mungkin juga mampu menyejukkan hati yang sedang marah atau mampu juga untuk memulai sebuah ikatan.[7]
Begitu banyak manfaat yang kita peroleh hanya dengan tersenyum. Asalkan senyum itu tulus. Senyum tidak saja menenangkan pikiran kita, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Senyum membantu memperkukuh tali silaturrahmi dengan menciptakan kelembutan dan kehangatan. Seperti yang telah ada dalam Kalamullah berikut, ”Sekiranya kamu bersikap kasar dan berhati keras, tentu mereka akan menjauhkan diri dari kamu.”( Ali Imran : 159)[8]
Allah dan Rasul-Nya tak mungkin begitu saja menganjurkan kita untuk tersenyum, tanpa sejuta pengaruh baik di baliknya. Segala hal yang telah tercantum dalam Alqur’an dan As-sunnah tak perlu diragukan lagi kebenarannya. Karena Allah dan Rasul-Nyalah sumber utamanya. Dengan senyum, penyakit jasmani dan rohani dapat hilang selama-lamanya.So,Tersenyumlah! ^.^

0 comments:

Post a Comment